Langsung ke konten utama

Antara gue dan Bu *teeet*

Demi apa, hari ini gue apes sesuatu banget!
Gimana enggak, di malam hari yang indah harusnya gue nyenyak tidur dan mimpiin hal-hal seru malah mimpiin hal serem~ Gue mimpiin gue fisika yang ngajar di kelas gue. Itu pun gue ga ngerasa. Sumpah deh! ._.v Kata Kakak gue, gue manggil-manggil nama tuh guru mulu tapi dengan nada senang takut. Rawr~ Dalam mimpi aja gue takut, apalagi dalam kenyataan! HOROR~
Bukan sampe situ aja, paginya kan jam terakhir kelas gue yang ngajar tuh guru. MAMPUS! UDAH SIANG PANAS MAKIN PANAS! NERAKA JAHANAM!!! Gue aja sempet kelupaan bawa hati buku gue buat tugas fisika. Dengan keunyuan kepanikan yang melanda gue, gue pun ngambil jalan alternatif buat buku tugas fisika pake buku tulis + lamping coklat yang ada gambarnya dora beruang.
Bel masuknya akhirnya terdengar gue, gue makin deg-deg'an, mana pr fisika gue ngarang pake banget. Dan akhirnya gue mau ngumpulin buku catatan gue yang isinya pertanyaan pas pelajaran yang telah lalu*eeaeaea* . Pas gue kumpulin, gue dibilangin gini : "KENAPA PAKE BUKU CATATAN? MANA BUKU TUGASNYA?" *Edaaaan, api berkobar-koar dari mulut guru gue* Yoyo & Cici Emoticons 59
Dengan muka innocent, gue jawabnya : "Saya ga tau, Bu kalau itu kerjainnya di buku tugas. Jadi, ngerjainnya di buku catatan."OuchThis Emoticons 45
Demi keamanan hidup gue, gue pun akhirnya nyerah perang semprotan dari Bu *teeet* gue ngambil buku catatan gue yang dikumpulin trus pr-nya gue salin di buku tugas. Huft... sabar-sabar. Untung gue anak sesat baik.
Gue nyalin sampe selesai. Nah, pas dikumpulin buku tugasnya. Beberapa menit kemudian gue dipanggil lagi. "KAMU KENAPA INI DIGAMBAR! INI KAN GA DISURUH DIGAMBAR RESULTAN GAYANYA! SAYA KASIH KAMU NILAI 0. SALAH SEMUA JAWABANMU."

Baru kali ini gue dapet nilai 0 dan rasanya biasa aja (?). Dan, saat itu juga dunia rasanya runtuh biasa aja. Bumi gonjang-ganjing diem. Ahelah, Bu, lagian gue juga udah biasa dapet nilai sedikit kalo pelajaran dirimu Buuuuu. Nyanteeelaaah. Gue udah punya pengaman biar kebal atas serangan marahan dirimu. Belajar kan butuh proses, Bu. Kalau langsung pinter baru itu patut dipertanyakan? Yekaaaan? :) by Murid unyu dan sabarnya tingkat dewa, Azzah Hanifah.  Ali the racoon Emoticons 110

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kutipan-Kutipan dari situs baca Wattpad

#"Lo gak akan tau sampe lo mencoba. Ini saatnya bertindak. Kembalikan tulang rusuk lo di tempat seharusnya. Lo tau dimana." - Une Personne Au Bout De La Rue

#"Sebenarnya kisah kita itu bisa jadi sederhana. Dimana kita selalu menatap hal yang menurut kita lebih indah tanpa tahu setiap sudut yang ada. Dimana kita selalu ingin lebih baik tanpa mengerti saat ini kita bagaimana. Begitu pula dimana kita tidak pernah menyadari artinya seseorang untukkita." - Melodi Nada dan Rima

#"Dan beginilah penyakit kisa sebagai manusia yang hatinya sempit dan penuh prasangka buruk." - Sedang Malaikat Pun Cemburu

#"Beribadah itu bukan banyaknya pahala atau mengurangi dosa, tapi tentang memperbaiki diri, selalu memusabahi diri menjadi lebih baik lagi, baik di hadapan Allah atau di mata makhlukNya." - Sedang Malaikat Pun Cemburu

#"Ingat bahwa tidak ada manusia yang terhalang dari dosa, kecuali Nabi Muhammad." - Sedang Malaikat Pun Cemburu

#"Seperti tit…

Kutipan-Kutipan dari yang gue baca, dengar dan lihat

#Kebahagiaan itu pasti ada, jauh di dalam relung mereka, ada banyak kebahagiaan yang belum menampilkan wujudnya. Ya, kebahagiaan yang teruntuk untuk mereka. Kebahagiaan yang berasal dari diri mereka. (Kutipan cerbung Plate Of Love - 15)

#Cinta tak pernah buta. Namun cinta, tak pernah memilih dengan siapa dia bertaut. Siapapun, tanpa memandang terlebih dahulu. Hal itulah yang membuat orang beranggapan bahwa cinta itu, buta. (Kutipan cerbung Plate Of Love - 16 A)

#Akan kucintau kau dengan sederhana, meski luka yang kau toreh tak pernah sederhana... (Kutipan Cerpen Yang Tak Terlihat)

#..bertahan, berdiri di satu titik, terus menunggu, dan kadang menyelipkan harapan di dalamnya, menempuh ribuan kilometer, menerjang batas-batas tak terjamah, menyembunyikan segala rasa sakit di dalam hati..bertahan, tidak memerlukan keahlian apapun, hanya kesetiaan, dan sedikit pengorbanan, menunggu meski mungkin yang ditunggu tak akan pernah hadir..bertahan, manusiawi, kadang terliha…

RESENSI : Critical Eleven - Ika Natassa

"Travel is meeting you." - Critical Eleven, Ika Natassa.


Critical Eleven
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2015
Harga : 79.000
✈ Sinopsis Critical Eleven 
           Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat––tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing––karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger.
In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah––delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.
Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tu…