1.Pengertian sejarah
Sejarah adalah kejadian yang terjadi pada masa lampau yang disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa.
Dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut history, artinya masa lampau; masa lampau umat manusia. 
Dalam bahasa Arab, sejarah disebut sajaratun (syajaroh), artinya pohon dan keturunan. 
Dalam bahasa Yunani, kata sejarah disebut istoria, yang berarti belajar. Jadi, sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa, kejadian yang terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia.
Dalam bahasa Jerman, kata sejarah disebut  geschichte yang artinya sesuatu yang telah terjadi, sesuatu yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. 



2. Sumber-sumber sejarah
1. Sumber tertulis (dokumen)
Keterangan dalam bentuk laporan tertulis yang memuat fakta-fakta sejarah secara jelas. Biasanya terdapat dalm buku harian, arsip notule, resolusi, naskah perjanjian dll. contohnya pada peristiwa arsip nasional kerajaan belan menyimpan dokumen selama dengan konfilk belanda.
2. Sumber lisan (Oral)
Merupakan sumber tradisional, cerita sejarah yang hidup ditengah masyarakat, diceritakan dari mulut kemulut. Dapat dialkukan dengan wawancara. 
3. Benda peninggalan (artefak)
Segala keterangan yang dapat diperoleh dari benda-benda tertentu atau benda peninggalan yang sering disebut benda purbakala/kuno. Contohnya letkol Soeharato pada tahun 19940. Membangun gerobak keris, baju abdi dalem dll, hal ini membuktikan kekuasaan soeharto saat itu.
4. Sumber kuantitatif (perhitungan)
Biasanya digunakan untuk meneliti perokonomian saat itu. Contohnya, pada masa yogya sedang menghadapi penduduk belanda, harga beras, ketela dll. Hal ini membuktikan secara kuantitatif dapat diperhitungkan beberapa persedian beras untuk kota dll. 
>>Ditinjau dari wujudnya, secara umum sumber sejarah dibedakan menjadi dua, yaitu, sumber primer dan sumber sekunder.
1.Sumber primer 
Yaitu sumber yang berkaitan langsung dengan peristiwa yang diceritakan. Atau saksi dengan mata kepala sendiri bisa juga saksi panca indra yang lain, dan alat-alat yang canggih(tape, recorder,photo,kamer dll), terlibat langsung. Sumber primer ini dapat berupa kesaksian langsung dari pelaku sejarah (sumber lisan), dokumen-dokumen, naskah perjanjian, arsip (sumber tertulis), dan benda atau bangunan sejarah atau benda-benda arkeologi (sumber benda).
2.Sumber sekunder
Yaitu kesaksian dari siapa pun yang bukan merupakan saksi pandangan mata, yakni orang yang tidak hadir pada peristiwa yang dikisahkan. Disamping berupa kesaksian dari orang yang tidak terlibat langsung dalam peristiwa sejarah, yang termasuk dalam sumber sekunder lainnya adalah buku-buku tangan kedua dari penulis sejarah lain. 


3.Ruang lingkup sejarah
a. Konsep Sejarah - Konsep adalah suatu wujud kemampuan akal dalam membentuk gambaran baru yang sifatnya abstrak (tidak nyata) menurut data atau suatu kajian.
  • Sejarah sebagai peristiwa, adalah kejadian, kenyataan (realita), aktualitas sejarah yang telah terjadi atau berlangsung di masa lalu. Sejarah mengandung kejadian yang terladi atau berlangsung di masa lalu. 
  • Sejarah sebagai kisah, adalah suatu rangkaian cerita yang berupa narasi yang disusun menurut ingatan, tafsiran, manusia atau kesan. 
  • Sejarah sebagai ilmu, mempelajari kenyataan dengan mengadakan penelitian dan pengkajian mengenai peristiwa cerita sejarah. Sejarah sebagai ilmu pengetahuan terdapat beberapa syarat ilmiah misalnya empiris, objektif, teori, dan kesimpulan umum (menggeneralisasikan). 
  • Sejarah sebagai seni, dikatakan sebagai seni karena sejarah memerlukan inutisi, imajinasi, emosi dan gaya bahasa dalam penulisan sejarah. 
b. Unsur Sejarah - Sejarah terdiri dari 3 unsur antara lain sebagai berikut.
  • Ruang, adalah tempat terjadinya suatu peristiwa yang menjadi bukti peristiwa sejarah menjadi real. 
  • Waktu, adalah unsur sejarah yang memegang peranan penting sebagai sifat krologis dalam kajiansejarah sehingga dikenal dengan konsep periodisasi. 
  • Manusia, adalah unsur sejarah yang menjadi sentral atau pemegang peran karena peristiwa sejarha dapat berlansung secara kompleks tergantung dari akal manusia dengan lingkungan yang ada.
c. Hubungan Sejarah dengan Ilmu 
1). Persamaan Sejarah dengan Ilmu - Persamaan sejarah sebagai ilmu pengetahuan adalah berdasarkan dari pengalaman, pengamatan dan penyerapan. Sama-sama memiliki dasar teori dan metode.
2). Perbedaan sejarah dengan ilmu - Perbedaan sejarah sebagai ilmu pengetahuan adalah dapat dipahami jika sejarah terikat oleh...
  • Sejarah terikat oleh waktu, karena waktu memegang peranan penting yang harus terdapat dalam sejarah. tetapi ilmu pengetahuan tidak terikat oleh waktu karena bukan hal yang penting dari ilmu pengetahuan 
  • Sejarah terikat oleh tempat, karena memiliki sifat yang unik dan einmalig atau terjadi hanya sekali. Sifat unik terikat oleh tempat atau spasial.
  • Sejarah terikat oleh kekhususan, karena tempat dan waktu mmbuat sejarah menjadi uni dan khusus. 
4.    Konsep berfikir koronologis dan sinkronik dalam sejarah
 >Kronologis : berpikir secara runtut, urut, teratur dan berkesinambungan.
     Cara berfikir sinkronis:
-          Mengamati kehidupan sosial secara meluas berdimensi ruang
-          Memandang kehidupan masyarakat sebagai sebuah sistem yang terstruktur dan saling berkaitan anatar satu unit dengan unit lainnya
-          Menguraikan kehidupan masyarakat secara deskriptif dengan menjelaskan bagian demi bagian
-          Menjelaskan struktur dan fungsi dari masing-masing unit dalam kondisi statis
-          Digunakan oleh ilmu-ilmu sosial seperti geografi, sosiologi, politik, ekonomi, antropologi, dan arkeologi.

>Sinkronik : lebih teliti dalam mengamati gejala atau fenomena tertentu terhadap peristiwa atau kejadian pada waktu tertentu.
     Cara berfikir diakronis atau kronologis:
-          Mempelajari kehidupan secara memanjang berdimensi waktu
-          Memandang masyarakat sebagai sesuatu yang terus bergerak dan memiliki hubungan kausalitas (sebab-akibat)
-          Mengurai proses transformasi yang terus berlangsung dari waktu kehidupan masyarakat yang berkesinambungan
-          Menguraikan kehidupan masyarakat secara dinamis
-          Digunakan dalam ilmu sejarah

     Perbedaan konsep sinkronis dan diakronis
Sinkronis:
-          Meluas, dimensi ruang
-          Sistem terstruktur
-          Deskripsi integratif
-          Statis
-          Menekankan pada struktur dan fungsi
-          Digunakan dalam ilmu geografi, sosiologi, politik, ekonomi, antropologi, dan arkeologi
Diakronis
-          Memanjang, dimensi waktu
-          Terus bergerak, hubungan kausalitas
-          Naratif, berproses, dan bertransformasi
-          Dinamis
-          Menekankan pada proses dan durasi
-          Digunakan dalam ilmu sejarah

5.Konsep ruang dan waktu dalam sejarah
konsep ruang dalam memelajari sejarah.
    a. Ruang merupakan tampat terjadinya berbagai peristiwa - peristiwa dalam perjalan waktu.
    b. Penelaahan sautu peristiwa berdasarkan dimensi waktunya tidak dapat terlepaskan dari ruang waktu terjadinya peristiwa tersebut.
    c. Jika waktu menitikberatkan pada aspek kapan peristiwa itu terjadi, maka konsep ruang menitikberatkan pada aspek tempat, di mana peristiwa itu terjadi.
konsep waktu dalam memelajari sejarah.
    a. Masa lampau itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati.Tetapi, masa lampau bukan merupakan suatu masa yang final, berhenti.
    b. Masa lampau itu bersifat terbuka dan berkesinambungan. Apa yang terjadi di masa lampau dapat dijadikan gambaran bagi kita untuk bertindak di masa sekarang, dan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
    c. Sejarah dapat digunakan sebagai modal bertindak di masa kini menjadi.



6. Ciri-ciri manusia praaksara
a.Organisasi kemasyarakatannya sudah ada, yaitu adanya masyarakat teratur, demokratis, dan memilih pemimpinnya dengan primus inter pares dalam bentuk kesukuan. 
b.Kemasyarakatan atau pranata sosialnya adalah masyarakat yang hidup berkelompok sebagai makhluk sosial, dan bergotong royong. 
c.Memiliki pengetahuan alam, yakni memanfaatkan alam di sekitarnya sebagai wujud peduli dan memelihara alam lingkungannya. 
d.Sudah mengenal sistem persawahan.
e.Kemampuan berlayar dan berdagang dengan memanfaatkan angin musim, bahkan mereka sudah berani mengarungi laut luas.
f.Sudah memiliki teknologi perundagian, yakni pengecoran logam dengan sistem  bivalve dan a cire perdue
g.Sistem kepercayaan pada mulanya  menyembah roh nenek moyang kemudian menyembah dewa. 
h.Sudah memiliki sistem ekonomi barter.
7. Asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia
a. Ras Proto Melayu
Nenek moyang orang Melayu Polinesia tersebar dari Madagaskar sampai pulau paling timur pasifik. Diperkirakan dari Cina bagian selatan, mereka mula-mula menempati pantai Sumatera Utara, Kalimantan Barat dan Sulawesi Barat. Ketika datang ras Deutro Melayu mereka berpindah ke hutan, sehingga mendesak keberadaan penduduk asli.
b. Ras Deutro Melayu
Merupakan ras yang datang dari Indochina dengan membawa kebudayaan Dongson. Mereka mempunyai peradaban pelayaran laut yang maju, tal heran bisa masuk ke Indonesia. Mereka berpindah-pindah untuk mencari hunian yang layak. Akhirnya Proto & Deutro berbaur.
c. Melanesoid
Mereka letak awalnya di sebelah timur Irian & Australia. Mereka datang ke Papua berawal saat zaman es (70.000 SM). Peradaban melanesoid disebut dengan Paleotikum.
d. Negrito & Weddid
Mereka merupakan sebutan orang spanyol yang asalnya dari daerah afrika.

8.  Kehidupan manusia pada zaman praaksara
  1. Zaman Arkeozoikum. Merupakan zaman tertua, berlangsung kira-kira 2.500 juta tahun yang lalu. Pada masa itu bumi dalam proses pembentukan, permukaan bumi masih sangat panas sehingga belum terdapat makluk hidup yang tinggal di bumi.
  2. Zaman Paleozoikum Disebut juga sebagai zaman primer, berlangsung kira-kira 340 juta tahun yang lalu. Zaman ini ditandai dengan terjadinya penurunan suhu yang amat derastis di bumi, bumi mendingin. Pada masa ini lah makluk hidup pertamakali diperkirakan muncul, yaitu makluk bersel satu dan tidak bertulang belakang seperti bakteri, serta sejenis amfibi.
  3. Zaman Mesozoikum Disebut juga sebagai zaman sekunder, berlangsung kira-kira 140 juta tahun yang lalu. Zaman ini ditandai dengan munculnya hewan-hewan reptile besar (dinosaurus) olah karena itu jaman ini disebut juga zaman reptile.
  4. Zaman Neozoikum Zaman Neozoikum berlangsung kira-kira 60 juta tahun yang lalu. Kahidupan di zaman ini mulai stabil, berkembang dan beragam. 
  • Zaman ini di bagi menjadi beberapa: 
  • a. Zaman Tersier, ditandai dengan mulai berkurangnya hewan-hewan besar. Telah memeiliki berbagai jenis binatang menyusui, diantaranya kera dan monyet. 
  • b. Zaman Sekunder, ditandai dengan munculnya tenda-tanda kehidupan manusia purba. Zaman ini dibagi kembali menjadi 2 jaman yaitu: 1) Zaman Pleistosen/dilivium (zaman es/glasial), masa ini ditandai mulai mencairnya es di kutub utara karena perubahan iklim. Berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. Pada masa inilah kehidupan manusia mulai ada. Berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. 2) Zaman Holosen/alluvium, masa ini ditandai dengan munculnya hamo sapiens, merupakan nenek moyang manusia modern saat ini. Masa ini berlangsung sekitar 20.000 tahun yang lalu.
9.-        Teori masuknya agama dan budaya Hindu, Buddha, Islam di Indonesia
Hindu Budha :
Teori Masuknya Agama Hindu 
a. Teori Brahmana 
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia di bawa oleh para Brahmana. Brahmana merupakan kasta tertinggi dalam ajaran Hindu. Kasta Brahman merupakan satu-satunya kasta yang boleh mempelajari Kitab Weda. 
b. Teori Ksatria 
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia di bawa oleh kaum Ksatria melalui penaklukan wilayah (ekspansi). Ksatria merupakan kasta kedua setelah Brahmana, yang terdiri dari prajurit perang. 
c. Teori Waisya 
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia di bawa oleh para pedagang yang melalui Indonesia dan kemudian mengajarkan ajaran agama Hindu ke penduduk setempat. Waisa merupakan kasta ketiga, yang terdiri dari para pedagang.
d. Teori Arus Balik
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia dibawa oleh para pelajar (orang Indonesia) yang belajar atau mendalami agama Hindu di India kemudian setelah mereka menempuh pendidikan, lalu mereka pulang dan mengajarkan (menyebarluaskan) ajaran Hindu kepada penduduk setempat.
e. Teori Sudra
Teori Sudra menjelaskan bahwa penyebaran agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia diawali oleh para kaum sudra atau budak yang bermigrasi ke wilayah Nusantara. Mereka menetap dan menyebarkan ajaran agama mereka pada masyarakat pribumi hingga terjadilah perkembangan yang signifikan terhadap arah kepercayaan mereka yang awalnya animisme dan dinamisme menjadi percaya pada ajaran Hindu dan Budha. 


10.